Tuturan id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merencanakan meluncurkan Satelit Satria-1 pada tanggal 19 Juni waktu Indonesia. Pengumuman ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Komunikasi dan Informatika, MD, dalam sebuah konferensi pers daring melalui kanal YouTube Kominfo, Jum'at (16/6/).

Satelit Satria-1, yang dirakit di Thales Alenia Space, Cannes, Perancis, akhirnya tiba di tempat peluncurannya di Florida setelah diangkut melalui jalur laut pada 8 Mei lalu.

Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman, menjelaskan bahwa biaya peluncuran Satria-1 awalnya sebesar US$ 450 juta, namun meningkat menjadi US$ 540 juta akibat berbagai persoalan, termasuk dampak perang Rusia-Ukraina.

Salah satu tujuan utama dari peluncuran Satelit Satria-1 ini adalah untuk memeratakan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu juga memaratakan akses internet bagi sektor , fasilitas kesehatan, kantor pemerintah daerah, serta TNI dan Polri menjadi prioritas utama penerima akses internet dari satelit ini.

Usman menyebut, diperkirakan sebanyak 150 ribu titik akan disambungkan melalui satelit Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps. Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail, menjelaskan bahwa internet yang disediakan melalui satelit ini dapat dinikmati dalam bentuk WiFi di sejumlah layanan publik.

Satelit ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di lokasi yang belum memiliki akses atau mengalami kualitas internet yang belum memadai.

Peluncuran Satria-1 juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan dan inklusi di Indonesia. Teknologi satelit dianggap mampu mempercepat penyediaan internet di desa-desa yang sulit dijangkau oleh teknologi fiber optik dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Proyek satelit Satria-1 sendiri merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU). Kemenkominfo bertindak sebagai penanggung jawab proyek kerja sama melalui Badan Layanan Umum Bakti Kominfo, sedangkan PT Satelit Nusantara Tiga, yang dibentuk oleh konsorsium Proyek Strategis Nasional (PSN), bertugas sebagai Badan Usaha Penyelenggara satelit multifungsi ini.

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan peluncuran Satria-1, Kemenkominfo akan menyiarkan acara tersebut melalui kanal YouTube TV pada tanggal 19 Juni .***