id – Kisah sukses Pranowo kerap menarik perhatian publik. Pasalnya, Gubernur Jawa Tengah ini memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.

Ia lahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya adalah seorang Polisi berpangkat rendah yang harus menghidupi istri dan enam anaknya. Sementara itu, ibunya berjuang membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kelontong dan bahan bakar minyak (BBM) eceran.

Berikut latar belakang yang memberikan pemahaman kepada tentang nilai-nilai kerja keras dan ketahanan. Ibu , Sri Suparmi, adalah tokoh kunci dalam perjuangan keluarga mereka., dikutip .id Jumat (13/10/):

Pertama, Bantu Ibu dalam Bisnis Penjualan Bensin Eceran

Salah satu aspek menarik dalam kisah masa kecil adalah perannya dalam membantu ibunya menjalankan bisnis penjualan bensin eceran.

Mamik dan ibu Ganjar, Sri Suparmi, adalah teman dekat yang bertemu dan berbicara hampir setiap hari karena rumah mereka hanya terpisah dua rumah.

Mamik mengingat bahwa Ganjar yang masih muda dulu sering menjual bensin eceran di depan toko kelontong kecil ibunya dengan rutin. Ibu Ganjar sering berbicara kepada Mamik tentang kesulitan keuangan keluarganya.

“Saya sangat tahu bahwa kehidupan mereka dulu sangat sulit. Ganjar yang masih muda sering membantu ibunya menjual bensin di pinggir jalan, sementara ibunya mengelola toko kelontong dan bekerja sebagai penjahit.

Bahkan ada waktu ketika ibu Ganjar harus menjual anting-antingnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk Ganjar,” Mamik mengenang masa lalu.

Kedua, Nilai-Nilai Kejujuran dan Sederhana

Kesederhanaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga merupakan pada tahun 2024, memiliki akar dari teladan ayahnya, Parmudji Pramudi Wiryo, seorang mantan anggota polisi yang menjalani hidup dengan sederhana. Parmudji adalah seorang Letnan Satu (Lettu) Polisi yang pernah bertugas dalam operasi penumpasan gerakan PRRI atau Permesta di beberapa wilayah Sumatera.

Ganjar dibesarkan dalam keluarga yang juga sederhana, dengan ayahnya yang merupakan seorang purnawirawan Polri berpangkat rendah yang bertugas di Polsek Kutoarjo Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ganjar sangat berbangga menjadi anak seorang purnawirawan Polri, dan dia menganggap memiliki orangtua seperti ayah yang merupakan aparat polisi dan ibu Bhayangkari sebagai keberuntungan.

Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh ayahnya selalu menjadi landasan dalam hidupnya. Ganjar mengenal disiplin, kemandirian, dan semangat juang tinggi dari ayahnya saat masih muda, yang berkontribusi pada kepribadian disiplin dan ketepatan waktunya.

Ganjar menyatakan kebanggaannya sebagai anak dan komitmen untuk menjaga dan membangun bangsa ini, seiring dengan perubahan zaman. Istri Ganjar, Siti Atikoh, juga menghormati sosok mertuanya, yang selalu peduli pada keluarganya, mencintai pekerjaannya, dan memberikan nasihat serta kasih sayang kepada anak-anak dan cucunya.

Parmudji Pramudi Wiryo, selain sebagai mantan anggota polisi yang sederhana, juga terkenal sebagai seorang ayah dan kakek yang perhatian dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya, bahkan setelah pensiun. Ia sering mengunjungi cucunya untuk memberikan petuah dan nasihat, seperti seorang ayah kepada anak-anaknya sendiri.

Kedtiga, Ajaran Orang Tua

Ganjar Pranowo juga menceritakan ajaran yang disampaikan oleh orang tuanya dalam video berjudul MANIFESTO #1 : MARI BERSATU BUKAN BERSETERU, yang diunggah di akun official @GanjarPranowoOfficial

Dari ajaran ayahnya, dia memperoleh pelajaran mengenai keberanian, kejujuran, ketaatan, kesantunan, kepemimpinan, serta keteguhan semangat. Di sisi lain, dari ibunya, dia mempelajari nilai-nilai seperti kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, penghargaan terhadap orang lain, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman moral dalam kehidupannya.

yang berpotensi pada tahun 2024 ini merasa diberkahi oleh dua orang yang sangat dia cintai dan hormati, yaitu istri dan anaknya. Baginya, kedua perempuan ini adalah sumber kebahagiaan dan penyemangat dalam hidupnya.

Dalam video tersebut, Ganjar dengan tegas menyatakan bahwa tanpa cinta dan doa dari ibu dan istri, dia tidak akan mencapai titik ini. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya menghormati perempuan dalam membangun bangsa ini dan menghargai semua ibu yang ada di negeri ini.

Hal ini dikarenakan kasih sayang dan perjuangan mereka dalam membesarkan anak-anak Indonesia memegang peranan yang sangat vital, karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Ganjar juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar selalu mengenang cita-cita dan tujuan mulia para pendiri bangsa ini. Menurutnya, tujuan dari berbangsa dan bernegara adalah untuk menjadikan Indonesia sejahtera, damai, adil, makmur, berdaulat, dan dihormati oleh seluruh dunia.

Keempat, Menjadi Seorang

Kini, Ganjar Pranowo telah berkembang menjadi seorang politisi yang berpengaruh dan sangat dihormati. Ia mencalonkan diri sebagai presiden, sebuah pencapaian luar biasa yang mungkin terasa tidak mungkin saat masa kecilnya.
Namun, kisah masa kecilnya yang penuh kerja keras, kejujuran, dan semangat untuk membantu keluarga adalah landasan yang kuat bagi karier politiknya.

Mengungkap masa kecil Ganjar Pranowo menginspirasi kita untuk memahami bahwa kisah sukses tidak selalu dimulai dari posisi yang nyaman.

Ia adalah contoh hidup yang menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang, kita dapat mencapai hal-hal besar dalam hidup, bahkan dari latar belakang yang sederhana.
Ganjar Pranowo adalah bukti bahwa perjalanan hidup seseorang dapat membentuk mereka menjadi pemimpin yang kuat dan dihormati.***(Sw)