Tuturan id – Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberitakan baru saja merapat ke untuk memberikan dukungannya ke Subianto sebagai (capres). 

Hal itu ditandai dengan kehadiran Partai Demokrat di kediaman Subianto di Hambalang yang juga turut dihadiri para petinggi partai yang tergabung dalam Indonesia Maju (KIM), Minggu (17/9/2023) 

Sementara itu pengamat politik dari ARCHI Research and Strategy Mukhradis Hadi Kusuma menyebutkan, bergabungnya Demokrat ke dipandang sebagai strategi memecah suara pemilih khususnya di Jawa Timur (Jatim). 

“Masuknya Demokrat di tubuh KIM akan memecah peta perebutan suara khususnya di Jawa Timur. Bagi KIM tentu Demokrat akan menjadi senjata bagi Prabowo untuk mendatangkan suara di Jawa Timur khususnya kaum Abangan yang ada di dataran dan pesisir Jawa Timur,” kata Mukhradis kepada tuturan.id di Jakarta, Minggu (17/9/2023). 

“Sokongan suara Demokrat tentu akan dikapitalisasi bagi koalisi KIM dan membuka jalan baru menuju kemenangan.” Imbuhnya. 

Masuknya Demokrat juga dipahami sebagai suatu keinginan kuat SBY dalam menunjukkan antitesa perebutan suara di Jawa khususnya bagi Demokrat sebagai pemenang pemilu tahun 2009 silam.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya Demokrat akan menyodorkan sebagai cawapres, namun menurut CEO ARCHI Research and Strategy itu kemungkinan besar hal itu tidak lagi menjadi prioritas Demokrat.

“Kali ini Demokrat tidak lagi berfikir peta yang akan diusung melainkan bagaimana KIM bisa menang. Jadi, jika dipandang ada peluang cawapres yang bisa memenangkan paket Prabowo maka langkah ini tentu akan direstui oleh Demokrat.” Tutur Mukhradis.

Diketahui sebelumnya, Partai Demokrat telah resmi keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) setelah Anies Baswedan yang didukung sebelumnya akhirnya memilih Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presidennya.

Dengan bergabungnya Partai Demokrat ke KIM, kini Koalisi pengusung Prabowo Subianto itu genap menjadi 6 Partai yang sebelumnya sudah ada Partai Gerindra, Partai , Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang () dan Partai Gelora. ***(ar)