Tuturan id – Pengalaman melihat langsung bangkai kapal titanic tentu saja menjadi pengalaman yang jarang bisa dilakukan karena berada di dasar laut yang dalam.

Bangkai kapal Titanic tenggelam ke dasar laut di hampir 3,8 km (atau 3.800 meter) di bawah tenggara pantai Newfoundland.

Petualangan melihat titanic hanya dapat dilakukan oleh wisatawan yang mampu membayar 250.000 dollar AS atau setara Rp 3,7 miliar per orang.

Pengalaman ini menarik perhatian pengusaha Shahzada Dawood, 48 tahun yang dikenal sebagai pengusaha Inggris yang memiliki latar belakang terkaya di Pakistan.

Shahzada mengajak serta anak Suleman Dawood (19 tahun). Mereka berdua terlibat dalam perjalanan petualangan bersama kapal selam yang dioperasikan oleh OceanGate Expeditions.

Namun ekspedisi ini berakhir tragis, Kapal selam yang ditumpangi keduanya bersama tiga orang lainnya kontak setelah turun selama kurang lebih 1 jam 45 menit, pada minggu (18/6).

kontak terjadi dengan kapal pemecah es milik Kanada, Polar Prince yang menjadi kapal induk pemandu. Kedua kapal tersebut sebelumnya berangkat dari St. John's, Newfoundland, menunjuk 640 km di Atlantik ke titik kapal Titanic tenggelam.

Setelah beberapa hari dinyatakan hilang, Perusahaan operasional Kapal Selam Titan OceanGate mengumumkan telah kehilangan seluruh penumpang pada 22 Juni 2023 melalui laman twitter mereka.

“Kami sekarang percaya bahwa CEO kami Stockton Rush, Shahzada Dawood dan putranya Suleman Dawood, Hamish Harding, dan Paul-Henri Nargeolet, sayangnya telah hilang,” sebut OceanGate.

Shahzada Dawood dikenal dalam dunia sebagai pemilik perusahaan pupuk besar dan juga wakil ketua konglomerat Pakistan Engro Corporation. Selain itu, ia juga mengelola yayasan keluarganya, Dawood Foundation, dan terlibat dalam Institut SETI, sebuah organisasi penelitian di California yang fokus pada pencarian kehidupan di luar bumi.

Bersama istrinya, Christine, dan anak mereka yang lain, Alina, Shahzada tinggal di Surbiton, London barat daya. Sebelum terjadinya tragedi ini, Dawood menghabiskan waktu satu bulan di Kanada sebelum melakukan penjelajahan bawah air.

Suleman Dawood, yang baru berusia 19 tahun, adalah seorang siswa yang penuh minat dalam hal sastra fiksi ilmiah dan eksplorasi pengetahuan. Ia juga memiliki ketertarikan pada teka-teki Kubus Rubik dan bermain voli.

Dalam pernyataan resmi, Dawood mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap menjelajahi berbagai habitat alam. Hal ini sebelumnya telah dibahas oleh Shahzada di Perserikatan - (PBB) dan Oxford Union. Shahzada sendiri menyelesaikan studinya di Philadelphia, AS, dan lulus dari University of Buckingham di Inggris pada tahun 1998.

Raja Charles sendiri, dalam pernyataan dari juru bicaranya, menyampaikan belasungkawa dan keinginannya untuk mengetahui perkembangan terkait operasi penyelamatan. Raja Charles merupakan pendukung dua badan amal yang didirikan olehnya, yaitu British Asian Trust dan Prince's Trust International. ****