Tuturan id – Kabupaten Donggala, diguncang gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo M. 6,3.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.43 wita, Sabtu malam 09 September . Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,02° LU ; 119,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km barat laut Donggala, pada kedalaman 20 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hyposenternya, gempa bumi yang terjadi di Donggala merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Koro. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ).” demikian ditulis di laman resmi BMKG. 

Dilansir dari laman resmi BMKG, Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Donggala dengan skala intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), daerah dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), sementara daerah , Sigi, dan dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Pohuwatu, Kab. Gorontalo dan Samarinda dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Kota Gorontalo dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), dan daerah Kutai Timur dengan skala intensitas I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Menski demikian BMKG menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi sunami, dan hingga pukul 23.25 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

Namun pihak BMKG senantiasa menghimbau kepada agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.**(ar)