Tuturan id – Tekanan geopolitik seperti saat ini, termasuk perang Rusia dan Ukraina membuat beberapa negara di dunia termasuk Indonesia meningkatkan kemampuan pertahanannya, baik darat, laut maupun udara. Peran penting alusista TNI yang mumpuni, perlu untuk terus ditingkatkan mengingat Indonesia merupakan negara yang luas, terbentang sekitar 5.300 km dari Sabang hingga Merauke, tentu membutuhkan perlindungan menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

, Indonesia dan Boeing baru saja menandatangani MOU pemesanan 24 jet tempur F-15EX. Nota kesepahaman ini berisi komitmen Indonesia untuk menyelesaikan proses pengadaan F-15 dengan AS. Artinya Indonesia satu langkah lebih dekat menuju TNI AU lebih kuat dengan bisa mengoperasikan salah satu multirole fighter jet buatan Amerika Serikat ini, yang nantinya menjadi F-15IDN. Apalagi Pesawat tempur ini memiliki kemampuan multirole yang sangat kita butuhkan saat ini.

Boeing F-15EX adalah varian jet tempur F-15 , tercanggih, yang baru dioperasikan oleh Amerika Serikat saja, bahkan sekutu terdekat mereka seperti , Singapura, Jepang, Arab Saudi pun belum mendapatkan varian EX ini.

MoU pengadaan 24 unit jet tempur buatan Boeing ini ditandatangani oleh ke Boeing di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. Setelah sebelumnya, 10 Agustus 2023 lalu, Indonesia bersama Dassault Aviation perusahaan dirgantara berbasis di Prancis, mengumumkan aktivasi Pesanan Tahap Kedua berupa 18 unit Dassault Rafale F3R/F4 untuk Indonesia.

Pengadaan F-15 “Missile Truck” ini penting dalam postur pertahanan jangka panjang yang akan didominasi BVR combat dimana kecepatan, kemampuan jarak pendeteksian dan rudal serta jumlah rudal yang dibawa akan menjadi kunci dimana F-15EX bisa membawa 16-18 rudal AMRAAM untuk misi jarak pendek, atau 10 untuk misi jarak jauh. Belum lagi kemampuannya lebih banyak dibanding BVR missiles yang bisa dibawa Rafale, F-16 ataupun keluarga Su-27/30/35.

Kesempatan mendapatkan dua jenis jet tempur canggih dengan kemampuan omnirole Dassault Rafale F3R/F4 dan Boeing F-15EX dengan kemampuan BVRnya harus disertai stok Air-to-Air missiles yang cukup banyak. Tinggal menunggu jenis Missil jenis apa saja yang ikut di akuisisi dari kedua pesanan ini.

Dengan pengaktifan pesanan 24 Dassault Rafale F3R/F4 dari total rencana akuisisi dan MoU 24 unit Boeing F-15EX, hal ini tentu membuat kekuatan udara kita bisa lebih baik. Semoga pengoperasiannya nanti dapat digunakan dengan maksimal guna menjaga kedaulatan udara NKRI.

Selain itu, pesanan ini menempatkan posisi kita menjadi negara yang unik, karena nantinya menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat yang mengoperasikan Boeing F-15EX dan juga Dassault Rafale F3R/F4 dari Prancis. Artinya Indonesia berada dalam Poros militer lebih dekat blok Barat, sementara Poros dekat Tiongkok. (bee) ****