– Sebanyak 14 delegasi negara-negara ASEAN dan negara sahabat telah tiba di Labuan Bajo untuk mengikuti ke-17.

Kapolri menegaskan tidak ada ruang untuk para pelaku kriminal bersembunyi di negara-negara ASEAN.

Hal itu diungkapkan Listyo Sigit saat memimpin ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime () ke-17 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/8/).

Dalam pertemuan itu, negara-negara ASEAN dan negara sahabat lainnya akan memperkuat kerja sama dalam menghadapi kejahatan transnasional.

Kapolri mengatakan, kegiatan itu akan memperkuat kerja sama sehingga tidak ada lagi ruang bagi pelaku kriminal untuk bersembunyi dimana pun, termasuk ke sejumlah negara, ujarnya.

“Pertemuan kali ini merupakan kesempatan yang baik untuk lebih mengenal satu sama lain. Saya percaya bahwa hubungan informal antar para delegasi akan melengkapi hubungan formal antar negara yang sudah terjalin baik. Hal ini memastikan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kriminal untuk bersembunyi,” kata Listyo.

Kapolri menuturkan, negara-negara ASEAN terikat dalam hubungan kekeluargaan karena yang mengikatnya, tuturnya.

Menurutnya, ikatan negara-negara ASEAN bukan semata-mata sebuah komunitas, terangnya.

“Jika berbicara pertemuan ASEAN, kita sedang membicarakan pertemuan suatu keluarga besar. Sebab, ikatan kita bukan sekadar ikatan komunitas, melainkan ikatan keluarga. Keluarga yang terikat dengan dan budaya yang kuat,” ucap Kapolri.

Kapolri berharap dalam ini, negara-negara ASEAN dapat menyatukan semangat agar ASEAN sebagai Episentrum Pertumbuhan , imbuhnya.

“Untuk itu, mari kita serap energi positif ini untuk menjadi kekuatan dalam melindungi seluruh dan memajukan kesejahteraan di ASEAN,” sebutnya.****