Tuturan Id – Jumlah pemilih terdaftar (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun di Pulau Jawa dan Medan hampir mencapai 100 juta, menjadikannya sebagai lumbung suara yang diperebutkan dalam Pilpres . Menyikapi hal ini, Chief Executive Officer (CEO) , Mukhradis Hadi Kusuma, mengungkapkan strategi yang bisa diimplementasikan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengkonfirmasi jumlah DPT Pemilu dengan total 95.407.152 pemilih terdaftar. Rapat Pleno Terbuka KPU RI pada 2 Juli 2023 juga menyampaikan bahwa jumlah keseluruhan pemilih dalam DPT Pemilu mencapai 204.807.222, terdiri dari 102.218.503 laki-laki dan 102.588.719 perempuan, dengan 1.101.178 pemilih disabilitas.

Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi target utama bagi para kandidat dalam meraih suara terbanyak di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan tiga provinsi tersebut memiliki jumlah pemilih yang signifikan dalam DPT Pemilu 2024.

Menghadapi situasi ini, ARCHI Research and Strategy, di bawah kepemimpinan CEO Mukhradis Hadi Kusuma, merumuskan beberapa strategi khusus.

Dalam wawancaranya, Mukhradis mengungkapkan bahwa ARCHI selama ini juga berfokus pada penelitian yang mendalam tentang selera, kecenderungan, dan keinginan pemilih termasuk pada tiga provinsi tersebut.

Strategi yang dibangun sebaiknya mencakup visi misi partai dan calon presiden yang dapat memikat pemilih di Jawa Barat, Jawa Timur, maupun Jawa Tengah. Kolaborasi partai pengusung calon presiden untuk memasang calon atau kandidat, haruslah tepat di tiga provinsi ini.

“Strategi ini mempertimbangkan karakteristik pemilih di Pulau Jawa. Termasuk memastikan bahwa visi misi partai dan calon presiden terkomunikasikan dengan baik kepada pemilih di tiga provinsi ini,” ujar Mukhradis.

Dengan hampir 100 juta DPT di Medan dan Jawa, para calon presiden dan partai tidak boleh mengabaikan potensi besar tersebut. Persaingan untuk mendapatkan perolehan suara terbanyak di tiga provinsi tersebut harus menjadi sorotan utama dalam strategi.

Mukhradis juga menambahkan 5 komponen utama yang menjadi dasar dalam strategi tersebut antara lain :

Visi Misi dan Program

Membangun program yang bisa mensejahterakan masyarakat

Program yang terkait dengan isu-isu pertanian, karena ketiga provinsi tersebut sebagian besar pekerjaan utama dari penduduknya adalah petani

Memiliki kedekatan dan faham budaya serta adat masyarakat Jawa. Jika calon adalah orang Jawa kemungkinan besar akan terpilih.

Mengetahui vote gaters atau stakeholder yang telah lama menguasai pemilih di pulau Jawa atau mereka yang memiliki kemampuan guidance pemilih seperti “Kiai Khos”

ARCHI Research and Strategy telah membangun reputasi yang solid sebagai lembaga strategi di Indonesia. Dengan pengalaman yang luas dan tim yang terampil, ARCHI telah membantu berbagai partai politik dan kandidat dalam mencapai tujuan mereka dalam kontestasi politik.****

Sebagai lembaga strategi politik modern, ARCHI terus berinovasi dalam menyediakan layanan terbaik bagi klien mereka. Dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika politik dan pandangan yang holistik terhadap pesta demokrasi.****